Jadi Miliarder Dengan Kompor Hasil Kado Pernikahan

Dunia memang sulit ditebak. Itulah yang mungkin menjadi cara pandang Denny Delyandri, Sarjana Teknik Universitas Andalas, Padang.

Dia tanpa putus asa membangun usahanya meski berulang kali jatuh bangun dalam merealisasikan ide-ide gila usahanya, hingga akhirnya sekarang menjadi pengusaha muda sukses dibidang kuliner dengan omset puluhan miliar rupiah.

“Saya bukanlah dari keluarga yang berada, sehingga untuk memperoleh impian saya  harus benar-benar bangun dengan jerih payah sendiri. Awalnya saya pikir dengan ijazah sarjana semuanya akan mudah. Akan tetapi nyatanya tidak. Malahan, menjadi karyawan membuat hidup serba terhimpit dan mengorbankan waktu untuk keluarga,” ujar Denny saat ditemui Tribunnews.com dalam pameran Wirausaha kreatif, di Ball room ritz carlton, Pacific Palace, SCBD Soedirman, Jakarta. Jumat (2/7/2010).

Siapa yang menyangka, hobi sang istri yang suka membuat kek pisang dan kue-kue lainnya ternyata sekarang mengantarnya menjadi satu diantara jajaran pengusaha muda top tanah air. Bahkan, kek pisang Villa yang menjadi ciri khas oleh-oleh Batam, yang dijual Denny mampu menyedot perhatian Singapura, Malaysia dan negara tetangga lainnya.

Denny mengaku, ide-ide bisnis tersebut awalnya keluar ketika bulan-bulan pertama menikah di tahun 2004. Saat itu ia mencoba membuat usaha rumahan dengan modal kompor minyak tanah kado hadiah perkawinan. “Itu pertama kali memulai usaha. Istri saya menggoreng kerupuk yang dibeli di pasar, setelah dikemas sederhana, kemudian saya distribusikan ke warung-warung juga rumah makan sekitar tempat tinggal saya,” ujar suami Selvi Nurlia tersebut.

Gagal berjualan krupuk, Denny tidak menyerah. Malahan, muncul ide baru untuk memasarkan produk sederhana jajanan pasar ke kantin-kantin pabrik di daerahnya. Awalnya, bisnis baru tersebut berjalan sempurna. Akan tetapi, karena hanya dikerjakan sendiri timbul perasaan capek dan kelelahan. Saat masa terombang-ambing itulah, Denny mengaku menemukan sebuah buku yang cukup membuatnya terpukau. “Buku Rich Dad Poor Dad, benar-benar membuat saya lebih berani mengambil resiko,” tambah ayah tiga orang anak ini.

Perjalanan usaha Denny pun berlanjut. Dengan sedikit pinjaman dari koperasi, Denny berani membuat rumah makan padang kecil-kecilan di komplek perumahan tempatnya tinggal. Tapi hanya berusia dua bulan, warung makan Denny bangkrut. “Mungkin karena saya memang tidak punya pengalaman di bidang itu, ditambah lagi. Memang sudah ada saingan sehingga sulit untuk berkembang. Saat itu paling menyakitkan. Karena saya rugi hingga delapan juta rupiah. Sangat besar bagi saya waktu itu,” tambah ayah dari Mutiara, Fatan dan Maira tersebut.

Berulang kali gulung tikar tak membuatnya patah arang. Denny kemudian banting stir ke dunia Event Organizer. Tapi kenyataannya beberapa kali menyelenggarakan seminar dengan mengundang orang-orang terkenal malah membuatnya semakin bangkrut dan terpuruk.

Kehadiran sang buah hati kemudian sedikit menjadi pemicunya untuk bangkit dan memulai kembali usaha. Tak hanya itu, beban keluarga yang semakin berat karena kehadiran sang anak terpaksa membuatnya berfikir keras mencari formula bisnis apa yang membuat keluarganya bertahan hidup.

“Awalnya dengan peralatan yang sangat sederhana saya dan istri memproduksi Kek Pisang ini . Dengan resep original, saya yakin Kek Pisang ini bisa menjadi makanan yang banyak diminati berbagai lapisan masyarakat dan usia. Ternyata benar awalnya saya dan istri hanya memproduksi 3 loyang sehari dengan dipasarkan ke tetangga dan warung sekitar rumah,” ujarnya.

“Dengan sistem kemitraan, Kek Pisang saya melaju bak roket di kawasan Batamindo. Mulai dengan produksi dengan kapasitas oven yang sangat minim akhirnya saya bisa membeli oven yang bisa memuat 20 loyang ukuran 30x 10 cm setiap sekali pembakaran,” paparnya bercerita tentang awal bisnis kue pisang tersebut.

Dalam waktu enam bulan, Kek Pisang Villa buatan Denny sudah tersebar dengan menggandeng mitra jualan hingga mencapai 300 orang, yang meliputi Batamindo, Tanjung Uncang, dan kawasan industri di Batam Centre. Namun, setelah berjalan setahun sistem jualan dengan menitipkan pada mitra-mitra jualan tersebut agak menurun. Akhirnya, Denny ingat bahwa Batam ternyata tidak mempunyai oleh-oleh atau buah tangan. Peluang itu yang kemudian diambilnya sebagai jurus jitu menjual produknya.

“Saya mencoba menembus pasar dan memposisikan Ke Pisang saya sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas Batam yang harus dicari dan dibeli masyarakat yang ingin keluar kota Batam. Bika ambon yang dari Medan awalnya bukan makanan asli Medan, tapi karena dengan pembelajaran yang sempurna bika Ambon berhasil merebut hati wisatawan yang berkunjung ke Medan. Bika Ambon-nya Medan berhasil mengedukasi pasar, kenapa saya tidak,” ujarnya.

Dengan perubahan pola jualan dan promosi tersebut, akhirnya produksi Kek Pisang Denny kembali bergairah. Perekrutan karyawan pun semakin banyak. Melihat peluang yang cukup bagus, dan keunikan produk, Denny kemudian memberanikan diri untuk membuka tiga  cabang di daerah Batam Centre, Nagoya, dan Penuin.

“Semua itu tentu saja dengan bantuan dari pihak Bank yang telah mulai percaya kepada saya. Tantangan dan resiko yang saya ambil semakin besar. Tiga outlet baru bisa saya buka dalam waktu tiga bulan. Belum genap sebulan sambutan pasar sangatlah bagus, untuk ukuran toko yang baru buka. Saya terus belajar melalui buku-buku dan media internet agar misi saya bisa diterima masyarakat,” urai Denny.

Saat ini Denny telah memiliki tujuh outlet dengan 106 karyawan. Dengan omset hingga Rp 5.830.750.000 rupiah dan keuntungan bersih Rp 1,5 milyar per tahun, ia bisa membeli rumah, mobil mewah bahkan naik haji dengan membawa serta orang tuanya.

“Itu harapan semua orang. Sejak masih muda, saya selalu bermimpi untuk bisa sukses. Saya jaga mimpi itu agar menjadi nyata dengan niat, usaha serta tawakkal pada Allah. Yang penting, dalam melakukan sesuatu, apalagi bisnis, jangan dipikirkan lama-lama. Langsung kerjakan. Lalu baru dipikirkan,” ucapnya.

Sumber : http://www.tribunnews.com

One thought on “Jadi Miliarder Dengan Kompor Hasil Kado Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s