Seorang Icon Pengusaha Sukses Dan Motivator UKM

Dia adalah H Muhadi Setiabudi kelahiran Brebes 47 tahun silam, Direktur Utama PT Dedy Jaya Grup dan PT Dian Sari itu kini menjadi icon bagi para pengusaha di daerahnya.
Berkecimpung dalam dunia bisnis sejak tahun 1982, pengusaha beristeri satu dan bapak dari tiga anak ini usahanya tergolong sukses luar biasa.
Betapa tidak, dari awal mula terjun ke dunia bisnis hanya berjualan bambu, kini usahanya telah merambah menjadi multidimensi bisnis antara lain : Perusahaan bus, Bahan bangunan, SPBU, Rumah Sakit, Perumahan, Plaza, Hotel, Perusahaan Es dll. yang semuanya diberi nama “Dedi Jaya”. Meskipun telah memiliki 19 Perusahaan dengan 2600 tenaga kerja tapi dia tetap bersahaja, santun dalam bertutur kata, dan tetap merakyat.
Dihadapan 75 orang peserta Mitra Binaan Telkom dia ‘buka kartu’ menyangkut rahasia kesuksesan yang diraihnya.  “Agar kita sukses dalam berbisnis, kita harus mau :
  1. Meniru cara kerja orang Jepang,
  2. Ulet seperti pedagang China,
  3. Berpikir cerdas seperti orang Jerman
  4. Berhati mulia seperti pedagang di Kota Makkah.
“Jepang sudah dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Dia mau bekerja keras dan memanfaatkan waktu dengan baik. Sedangkan orang China dikenal ulet dalam berdagang, tidak pantang menyerah. Dia berani merintis dari yang kecil sampai kemudian menjadi besar. Sementara itu orang Jerman selalu memunculkan inovasi-inovasi yang baru sehingga diharapkan dapat menunjang kemajuan suatu perusahaan”, paparnya.
Muhadi menambahkan, jika motto bisnis tiga negara itu sudah kita pegang maka berikutnya sebagai orang Islam kita harus ingat Ka’bah, yakni Kota Makkah. Artinya, dalam berperilaku sehari-hari jangan meninggalkan perintah Agama serta harus menjauhi segala larangan-Nya. Banyak ajaran Agama yang dia jadikan falsafah hidupnya, misalnya kalimat “Man jadda wajada” barang siapa bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan yang diinginkannya. Kemudian dalam beramal dia yakin betul dengan Firman Allah yang menyatakan bahwa dengan beramal dan membayar zakat tidak akan mengurangi hartanya bahkan semakin bertambah. Hal itu dia buktikan setiap kali membangun perusahaan baru, yang dia utamakan terlebih dahulu adalah memangun musholla / masjid. Secara hitungan ekonomi hal itu akan menambah cost, namun kenyataannya usahanya semakin maju hingga kini.
Selain berpedoman pada cara kerja orang luar tersebut, lelaki berpenampilan kalem ini mengaku selalu memegang teguh prinsip 10 K, yakni kerja keras, kesungguhan, kemandirian, kecepatan, ketelitian, kesederhanaan, keberanian, keahlian, kejujuran, dan kerendahan hati.
Mengisahkan perjalan hidupnya, dari kecil Muhadi sudah terbiasa mandiri. Kelas tiga SD dia sudah belajar berbisnis kecil-kecilan dengan berjualan es lilin. Berbekal pengalaman itu membentuk Muhadi kecil terpatri dalam dirinya jiwa entrepreuner sejati. “Waktu saya memulai bisnis, saya hanya berbekal modal lima puluh ribu rupiah hasil pinjaman dari Bank”. Katanya. Dari modal itu dia pergunakan untuk berjualan bambu dan kayu glugu (batang pohon kelapa). Ternyata usahanya cukup berhasil hingga berkembang ke usaha jual beli material bahan bangunan. Usahanya mengalami kemajuan pesat semenjak dia membuka usaha Perusahaan Otobus antar propinsi “Dedy Jaya”.
Dia menuturkan awal mula ketika hendak mengakses perbankan rasanya sangat berat dan menakutkan. Berat, karena terbayang prosedurnya yang rumit berbelit-belit dan berat harus mengangsur setiap bulannya tepat waktu. Menakutkan, apabila tidak bisa memenuhi kewajibannya membayar hutang maka jaminan rumah orang tuanya bakal disita Bank. Akan tetapi hal itu tidak membuat Muhadi ciut nyalinya. Ia bahkan tertantang untuk membuktikan bahwa dia bisa memenuhi kewajibannya. Dia punya prinsip “Cari kepercayaan dan bila sudah mendapatkannya, jaga kepercayaan itu”. Prinsip itu tetap dia pegang teguh hingga sekarang, dan dia sampaikan kepada siapapun salah satu kunci suksesnya itu. Demikian pula ketika berkali-kali diundang sebagai pembicara dia selalu menyampaikan hal itu. Untuk itu kepada para Mitra Binaan Telkom yang telah diberi kepercayaan oleh Telkom dihimbau untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Dua jam bersama Muhadi teramat singkat rasanya. Terbukti tiga sesi tanya jawab yang disediakan panitia, karena terbatasnya waktu tidak bisa memenuhi semua penanya yang unjuk jari. Muhadi mohon maaf atas hal ini, namun dia terbuka kepada siapa saja yang ingin berkonsultasi, silakan bisa menghubungi nomor HP nya. Semoga dari sekian banyak Mitra Binaan Telkom akan lahir Muhadi-muhadi baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s