Pengusaha Bawang Goreng Rambah Internasional

pekerja menyiapkan bahan bawang

Produk bawang goreng khas Palu akan semakin terkenal di pasar domestik dan internasional seiring dengan keberhasilan seorang pengusaha komoditas ini meraih Upakarti.

“Ya, jelas ini promosi yang luar biasa, di samping memberikan semangat yang sangat besar bagi saya untuk lebih menekuni usaha ini,” kata Ragwan Hasan Al-Idrus, pemilik usaha bawang goreng Sal-Han, penerima Upakarti kategori kepeloporan itu di Palu, hari ini.

Penghargaan tertinggi di bidang industri kecil ini dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diserahkan awal Januari 2012.

Menurut Ragwan, sebenarya ada permintaan dari Malaysia yang ingin membeli bawang goreng dari Palu namun tidak bisa dipenuhi karena produksi bawang ini tidak mencukupi.

Manfaat lainnya yakni dirinya akan mendapat akses yang lebih besar dari Dinas Perindustrian sehingga terbuka peluang mendapatkan pembinaan yang lebih intensif.

“Dengan hasil ini tentu perhatian Dinas Perindustrian di Kota Palu dan Provinsi Sulteng akan lebih besar,” ujar mantan guru fisika lulusan Universitas Samratulangi Manado itu.

Selain itu, akses ke lembaga-lembaga keuangan juga akan semakin terbuka karena mereka akan lebih percaya untuk memberikan dukungan bagi peningkatan modal usaha.

Sejak membuka usahanya pada 2005, PT Telkom telah memberikan bantuan pinjaman lunak mulai dari Rp20 juta hingga saat ini mencapai Rp100 juta.

“Kami juga telah mendapat kepercayaan dari sebuah bank untuk memanfaatkan fasilitas kredit mereka dan kini dipakai untuk membangun gedung usaha yang permanen senilai sekitar Rp1 miliar,” ujar Ragwan yang didampingi suaminya Fauzi Salim.

Ragwan dan Salim saat ini setiap hari menggoreng 200 kg bawang mentah dengan mempekerjakan sekitar 20 orang, mulai dari pengatur bahan baku, pengirisan sampai penggorengan.

Jumlah ini menghasilkan bawang goreng siap saji yang gurih antara 50 kg sampai 60 kg tiap hari dan dijual dengan harga rata-rata Rp150.000 per kg sehingga omzet tiap hari bisa mencapai Rp8 juta.

Ditanya keuntungan bersih setiap bulan, Ragwan enggan menyebutkan namun mengatakan bahwa dari hasil usahanya itu, dia bisa menutupi arisan bernilai Rp20 juta per bulan bersama beberapa rekannya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindagkop dan UKM Sulteng Fuadi Haming mengemukakan bahwa usaha bawang goreng Sal-Han sukses meraih Upakarti tahun 2011 yang diserahkan Presiden SBY karena kepeloporannya di bidang usaha itu.

Ragwan Al-Idrus (pemilk usaha Sal-Han), kata Fuadi, tidak hanya sukses membangun usahanya, tetapi ia juga membina sejumlah petani bawang, puluhan ibu-ibu dan remaja sebagai pengiris bawang serta mempelopori pendirian Koperasi Bawang Goreng di Kota Palu.

“Ini Upakarti pertama bagi Sulteng yang diraih oleh pengusaha bawang goreng. Kita sudah sering meraih penghargaan seperti ini, tetapi untuk bawang goreng baru pertama kali,” ujarnya.

Selain itu, kata Fuadi, dari tujuh penerima Upakarti untuk kategori kepeloporan dari seluruh Indonesia, Ragwan Al-Idrus adalah satu-satunya dari luar Jawa. Enam penerima lainnya adalah pengusaha industri kecil yang telah lama berkembang di Jawa.

Sumber : http://www.bisnis-kti.com

One thought on “Pengusaha Bawang Goreng Rambah Internasional

  1. pak, saya adalah pebisnis pemula yang ingin bergerak di bidang bawang goreng, saya sudah mempunyai pabrik produksi sendiri. saya ingin melakukan expansi di luar pasar tradisional, apakah bapa punya saran atau revrensi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s