Usaha Cuci Mobil Beromzet 7,5 Miliar

Musim hujan memang menyebalkan. Kendaraan jadi mudah kotor karena terciprat genangan air. Belum lagi, air hujan yang mengandung kadar asam berlebihan akan menyebabkan cat lebih cepat pudar dan merangsang munculnya karat. Menyadari bahwa mobil pun butuh perawatan layaknya manusia, Hendry Indraguna mendirikan usaha salon mobil Auto Bridal pada Januari 2002. Pria muda kelahiran Bandung pada 28 Agustus 1973 ini merupakan bos pemilik The Auto Bridal Indonesia, sebuah tempat usaha cuci mobil “Busa salju”. Dalam membangun bisnisnya ini, Hendry berkali-kali mengalami jatuh bangun. Berbagai bidang wirausaha pun pernah dijalaninya. Namun, ia selalu bangkit dan kembali dari nol.

Dia menciptakan formula sabun yang aman bagi kendaraan. Sedangkan bagi pemilik kendaraan, Hendry juga menyodorkan sebuah gerai yang bersih dan nyaman. Dia ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa cuci mobil itu selalu kotor, berkubang oli, dan lokasinya yang terpinggirkan. Kini, usaha yang semula dianggap kelas bawah ini telah menjelma menjadi lumbung profit. Lebih dari 50 gerai tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan 200 gerai lainnya menempati lokasi SPBU Petronas di seantero Malaysia. Usaha cuci mobil garapan Hendry telah mencapai omset sebesar 7,5 miliar rupiah tiap bulan. Suatu keuntungan yang fantastis bagi seorang pengusaha muda bermodalkan pas-pasan. Sebelumnya, Hendry yang merupakan lulusan Universitas Maranatha Bandung ini pernah bekerja sebagai salesman. Dia kemudian memulai bisnisnya dengan berjualan ayam goreng. Hendry pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Sejak kelas 2 SMA dia mencoba terjun ke dunia bisnis, mulai dari menjadi salesman hingga broker mobil. Tahun 1990-an lalu, dia juga pernah mendirikan kartu diskon berjaringan internasional bersama dengan dua orang koleganya. Namun, usahanya itu pupus di tengah jalan.

Akhirnya, Hendry mencoba bangkit dengan membuka usaha cuci mobil. Namun, ternyata tidak mudah mengangkat bisnis ini. “Saya banyak menerima cibiran orang, menurut mereka cuci mobil tidak bakal mendatangkan banyak uang,” kata Hendry. Dengan modal Rp 250 juta, yang semuanya dari utang, Hendry membeli alat dan bahan cuci mobil, serta menyewa sebuah gedung di kawasan Setiabudi, Bandung. Di minggu-minggu pertama operasional, tak ada mobil yang datang.

Perlahan, Hendry mencoba mencuri perhatian publik untuk membangun brand. Dia mencuci pesawat, membersihkan bangunan Bandung Super Mall yang luasnya 7.500 meter persegi, dan mencuci 470 mobil secara bersamaan dalam tiga jam. Alhasil, usahanya membuahkan hasil. Selain masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), usaha Auto Bridal menjadi lebih dikenal orang.

Pada dasarnya, bisnis yang dilakoni Hendry tak jauh berbeda dengan usaha sejenis, yakni memoles dan mengguyur dengan air. Hanya, dia membungkus layanan dengan elegan. Inovasinya adalah pijat, lulur, dan spa untuk mobil. “Seperti kulit manusia, cat mobil juga memiliki pori-pori. Jadi, ketika karyawan kami memijat bodi mobil, bahan pemoles akan meresap lebih dalam,” kata Hendry.

Selain itu, Hendry juga menciptakan Medical Treatment dan Car Spa Massage untuk menghapus buram cat orisinil dan memunculkan kembali warna segar dari cat mobil. Tahun 2007 lalu, dia pernah meluncurkan Ice Cream Car Wash, dengan konsep yang baru, mempunyai pilihan rasa dan warna, seperti Green Tea Ice Cream atau Durian Ice Cream Car WashIce cream ini mengandungvitawax dan megawax. “Ide dan gagasan ini juga di terima oleh masyarakat pencinta otomotif,” ujar Hendry.

Untuk menyenangkan konsumen, Hendry menyediakan kudapan, demo layanan, menu book agar konsumen dapat langsung membaca kegunaan dari layanan yang disediakan, serta pijat gratis. “Tambahannya, karena pelanggan kami kebanyakan pria, keberadaan customer service yang cantik dan mampu memberi informasi produk menjadi sebuah kebutuhan,” ujar Hendry.

Kendati membidik segmen menengah keatas, Auto Bridal tak penah membatasi jenis mobil yang datang. Auto Bridal mematok Rp 25.000 untuk cuci standar. Namun, jika ingin mendapatkan layanan superlengkap, konsumen harus membayar hingga Rp 750.000.Dalam satu hari, setidaknya ada 30 mobil yang datang ke gerai Auto Bridal. Hendry tak menampik keuntungan bisnis ini cukup besar. “Modal tiap kali mencuci mobil hanya Rp 5.000 saja,” bisiknya.

Itu sebabnya, dia mengaku pendapatan bersih yang diterima mencapai Rp 30 juta per bulan per gerai. Hendry mengatakan prospek bisnis ini masih sangat terbuka lebar karena belum ada kompetitor di industri ini. Selain itu, pasar market juga masih sangat besar seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak mengenal kata krisis.

Di kota kecil, Hendry juga menciptakan layanan salon cuci khusus untuk kendaraan roda dua yang dinamai Motor Bridal. Untuk layanan ini, Hendry mematok harga cuci standard mulai dari Rp.6.000. Sementara itu, di kota besar, Hendry menciptakan Auto Express untuk melayani cuci mobil cepat yang lokasinya di SPBU, halaman mal, dan apartemen.

Kisah Hendry yang sukses ini tercatat di dalam sebuah buku berjudul Kumpulan Kisah Para Pengusaha Muda yang Sukses Berbisnis dari Nol, Rahasia Jadi Enterpreneur Muda yang ditulis oleh Jennie S Bev. Dalam bukunya, Jennie mengatakan bahwa untuk berwirausaha, sebenarnya mudah, yaitu dengan meningkatkan mindset dan mulai membuka bisnis sendiri.

Jennie sangat memuji para pengusaha muda yang telah berhasil membangun bisnisnya. Semua itu karena para pemuda yang mempunyai mindset untuk sukses. Kata Jenni, “Success is a mindset, it is not journey or destination.”  Sukses, menurut Jennie, adalah cara berpikir (mindset) bukan perjalanan maupun tujuan. Kesuksesan para pemuda dalam bidang wirausaha rata-rata disebabkanmindset mereka yang sudah terpola dengan keberanian untuk memulai bisnis.

Sumber : http://jpmi.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s