Bisnis Kaca Hias Beromzet 25-30 Juta Per Bulan

Menekuni bisnis yang menjadi hobi tentu sangat menyenangkan. Bagi pelaku UKM limbah kaca (pecah belah) lukis, tentu erat kaitannya dengan pengembangan hobi. Di Surabaya, pelaku usaha ini mungkin bisa dihitung jari. Padahal, bisnis limbah kaca lukis ini punya prospek yang sebanding dengan kilaunya. Mancanegara pun tak sedikit yang berminat. Tertarik mencoba peluang?

“Modalnya tidak banyak, yang penting hobi melukis. Modal berapapun bisa, tergantung obyek apa yang mau dipakai melukis. Tapi perlengkapannya seperti cat hingga finishing memang mahal, bisa ratusan ribu,” kata Atika Baswedan, pemilik Carnadia Gallery, galeri glass painting di Jl Nias 100 Surabaya.

Usaha Atika ini berawal dari usaha sang kakak, jual beli barang antik pecah belah. Di 2009, ia iseng ketika melihat sangat banyak koleksi kakaknya berupa barang pecah belah polosan. “Saya ingin membuatnya jadi lebih berwarna. Kebetulan saya suka melukis, tapi bukan melukis di botol. Saya pun kursus glass painting dua minggu ke seorang teman,” ujar wanita 36 tahun ini.

Perlengkapan cat lukis hingga finishing dibeli dari Malang. Untuk kendi antik, gelas, vas bunga, botol parfum dan minuman impor bekas milik sang kakak. Varian yang lain dibeli di Café Glass, Ngagel Jaya Selatan.

Ia pun berkreasi dan menciptakan motif sendiri. Motif batik dan flora mendominasi koleksinya. Jika beberapa UKM glass painting memilih warna-warni yang soft, anak kedua dari empat bersaudara justru memilih warna terang dan beragam sesuai dengan ciri khasnya.

“Kalau ada yang pesan motif khusus bisa dengan membawa kesini barang pecah belahnya tapi yang masih polos, jadi tinggal bayar ongkos cat dan lukisnya,” imbuh wanita yang kini memekerjakan tujuh karyawan.

Produk yang ia jual harganya bervariasi, tergantung kelangkaan atau keunikan bahan dasar gelas dan tingkat kerumitan lukisan. Tempat lilin kecil kisaran Rp 20.000-25.000, botol parfum, wadah serbaguna, toples, vas bunga, gelas minuman, kendi minuman dari kaca, botol wine, botol minuman impor sangat bervariasi mulai Rp 100.000–800.000. Namun apabila bahannya terbuat dari kristal, harganya bisa lebih mahal, bahkan ada yang sampai Rp 1,5 juta.

Nuri Sudiastuti, peminat toples hias mengaku, jatuh cinta pada motif toplesnya saat pertama beli di salah satu supermarket. “Saya suka yang motif lukis timbul di atas kaca. Pertama beli waktu itu seperangkat toples kecil-kecil buat lebaran, harganya Rp 500.000-an,” aku wanita 34 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai Marketing E–Biz ini.

Menurutnya, produk yang dikemas dengan sentuhan seni harganya pasti di atas rata-rata. “Tidak masalah, karena ada kategori pembeli yang tidak hanya menikmati fungsi barang, tapi juga untuk kepuasan batin ketika bisa memiliki sebuah produk karya seni,” lanjut alumnus Jurusan Perikanan, Universitas Hangtuah Surabaya ini.

Ketika toples itu pecah, ia pun sempat dipusingkan dengan hunting toples ukuran sejenis yang ukurannya sama, lantaran wadah seperangkat toples tak muat jika diganti toples yang ukurannya lebih besar. “Akhirnya, karena isinya enam, maka saya genapkan beli tiga dengan membawa contoh ukuran toples lama,” jelas Nuri.

Menurut Atika Baswedan, bisnis glass painting alias kaca hias prospeknya bagus. Pasar ekspor banyak yang berminat. Kalau tenaga yang mengerjakan cukup banyak, bisa dibikin produk masal.

Saat ini, Atika dibantu adiknya, Ivana Baswedan dalam finishing touch-nya. Setiap minggu ia bisa memproduksi 110 pieces barang, mulai tempat lilin, vas bunga, gelas hingga botol parfum. “Khusus tenaga mengecat hanya empat orang. Kalau yang bikin pola di atas pecah belahnya langsung saya tangani sendiri. Adik saya bagian finishing (mbatik dan mem-payet),” katanya.

Tiap bulan, wanita yang mengawali dengan modal Rp 10 juta itu, bisa meraup omzet rata-rata Rp 25–30 juta. Order yang ia layani masih seputar domestik. Finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) ini berencana menjajaki pasar ekspor, terutama Kamboja dan Jerman, yang beberapa hari lalu menyatakan tertarik untuk bekerja sama.

Sumber : http://www.surya.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s