Bisnis Durian Omzet Rp 1 Juta/hari

King Of Fruit atau Durian termasuk salah satu buah yang banyak penggemarnya. Entah itu mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Durian nampaknya tidak hanya dimakan sebagai buah, namun juga nikmat disantap sebagai kudapan lain yang berbeda.

Hal ini menginspirasi Ammy Syamsudin (60 tahun) untuk membuat sesuatu yang berasal dari durian. Berawal dari hanya menjual macam-macam minuman seperti es koktail dan es kelapa, dirinya mencoba membuat sesuatu yang berbeda dari buah durian.

Warung tempatnya berjualan pun terbilang cukup sederhana. Ditandai dengan menumpuknya buah durian di depan pintu masuk. Es durian BBT sendiri sudah melegenda sejak 1970-an.

“BBT diambil dari Baba Tong, nama kakek dari Ibu saya (Ammy Syamsudin). Jadinya disingkat BBT,” ungkap Anak dari pemilik warung, Feri Gunawan saat ditemui okezone di warungnya.

Diceritakannya, dahulu warung yang sudah berdiri sejak 1978 tersebut hanya menjual dua macam minuman. Yaitu es koktail atau es buah dan es kelapa. Namun, ketika disadari banyak buah durian yang tersedia di pasaran, Ibu Ammy mencoba membuat es durian.

“Awalnya memang coba-coba. Kalaupun enggak laku juga enggak masalah. Karena saat itu Ibu saya suka juga makan durian,” kisahnya.

Awal menjual es durian, sehari Ibu Ammy hanya mampu menghabiskan lima buah durian sebagai bahan olahan es durian. Modalnya kala itu masih terbilang kecil yakni sekira Rp200 ribu. “Dulu pertama jual paling laku lima buah durian. tapi sekarang bisa habis sampai 50 buah durian,” paparnya.

Warung yang pada awalnya hanya mampu meraih omzet Rp3 ribu per hari, saat ini sudah semakin berkembang. Ini terbukti dari penghasilan kotor yang saat ini diperoleh bisa menembus angka Rp1 juta per harinya. Atau jika dengan hitungan berapa banyak pengunjung yang datang bisa mencapai 100 pengunjung per harinya.

Sabtu dan Minggu pun menjadi hari yang dikunjungi banyak pembeli. Meskipun banyak menu es durian lain seperti durian kopyor, durian campur, durian nangka maupun durian alpukat, namun rata-rata para pembeli lebih banyak memesan es durian.

“Untuk es durian yang lain itu, pelanggan yang meminta. Mereka yang menelurkan ide, dan menu itu baru setahun terakhir, belum lama,” terangnya.

Es durian yang dijual memang sederhana, daging buah durian dicampur dengan sedikit es serut, kemudian ditambahkan sedikit susu kental manis. Jadilah es durian khas BBT.

Diceritakannya pula, es durian BBT mempunyai ciri khas yang membuatnya berbeda dari es durian yang lain yaitu daging durian yang digunakan asli, tidak ada campuran apapun. Selain es serut yang digunakan sedikit, daging duriannya juga lebih banyak, sehingga tekstur buah durian lebih terasa.

Lelaki kelahiran 25 Desember 1976 ini menjelaskan jika sudah ada beberapa cabang es durian BBT. Di antaranya di Blok M plaza, dan Taman Ubud Lestari Tangerang. Namun menurutnya, kedua cabang tersebut tidak seramai warung yang terletak di jalan Matraman raya persis di samping sekolah Marsudirini.

“Kalau saya lihat, tempat menentukan sekali. Di mal mungkin orang mikirnya sudah biasa es durian. Omzet di mal kecil, paling hanya Rp200 ribu. Orang sepertinya lebih suka makan di pinggir jalan seperti ini,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, musim hujan tidak menjadi kendala dalam menjajakan es duriannya tersebut. Karena, menikmati es durian tidak hanya pas saat panas ataupun hujan. Buah durian ternyata mampu juga memberikan efek hangat pada tubuh, sehingga tidak masalah untuk menyantapnya kapan saja.

Namun demikian, bukan berarti dirinya tidak mempunyai kendala dalam berjualan es durian. Kendala yang dialami selama berjualan berasal dari buah durian itu sendiri, yang biasanya berasal dari lokal seperti Sumatera, dan Jawa. Namun jika ternyata stok dalam negeri habis atau kurang bagus, Feri menggunakan buah dari Thailand.

“Kalau lokal enggak ada, biasanya kita ambil dari Thailand. Masalah harga relatif sama. Lagi pula saat ini di supermarket sudah banyak yang jual buah durian, jadi tidak terlalu khawatir akan kehabisan stok durian,” tambahnya.

Harga es yang ditawarkan warung yang buka dari pukul 07.00 WIB hingga 19.00 relatif terjangkau. Dengan hanya bermodal Rp12 ribu kita sudah bisa menikmati legitnya daging durian. Atau jika ingin sesuatu yang berbeda, coba alpukat campur durian yang rasanya tidak kalah segarnya.

Sumber : http://economy.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s