Usaha Kuliner Sate Landak

Kuliner yang satu ini termasuk ekstrim, dari namanya saja dah ketahuan gimana ekstrimnya. Hewan landak ini sudah tergolong langka, jadi inilah yang membuat kuliner ini unik dan punya penggemar tersendiri. Binatang berduri tajam dan panjang itu ternyata memiliki daging yang empuk, tidak kalah dibandingkan daging kelinci maupun daging kambing atau ayam. Enak dan gurih. Kami kebetulan berkesempatan untuk mencobanya, dan ternyata dagingnya empuk dan rasanya juga enak, jika Anda tertarik cobalah sesekali Anda mencicipinya.

Manfaat dari daging landak ini banyak diantaranya untuk obat asma, obat hati, ekornya untuk peningkat vitalitas, kesehatan daya tahan tubuh dan juga dagingnya non kolesterol. Itu menurut yang jualan dan para pelanggannya, masalah benar apa tidaknya itu uji laboratoriumlah yang bisa memastikannya.

Kami tim bisnis ukm sempat meliput salah satu penjual sate landak di sekitar jalan Magelang km 9. Pemilik sekaligus pengelola rumah makan ini adalah ibu Nur Ika asal Klaten. Sudah sekitar 2 tahun ini ibu Nur mencoba peruntungan di jogja untuk buka warung makan sate landak sebagai cabang yang ada di Klaten. Satu porsi sate landak dihargai Rp. 12.500,00, sate hati Rp. 15.000,00, rica-rica landak Rp. 15.000,00, rica-rica buntut Rp. 20.000,00, serta menu makanan lain yang berbahan baku landak dengan harga yang bervariasi pula. Omzet yang bisa didapat pun cukup lumayan sekitar Rp 200.000,00 per harinya. Cukuplah untuk biaya kuliah 2 orang anaknya yang kuliah di Jogja ini. Modalnya pun tidak besar cukup dengan peralatan masak sederhana dan juga sewa tempat (6 juta/tahun).

Bahan seperti daging, hati, empedu, dan ekor landak di dapat dari para pemburu landak. Landak-landak ini biasanya berasal dari daerah Temanggung, Keteb, Wonosari, Baron, dan Boyolali. Bahan yang di setor sudah berupa potongan-potongan daging yang siap olah, jadi gak perlu kerepotan lagi untuk mencabuti duri-duri ditubuhnya yang tajam-tajam itu.

Konsumen sate landak ini biasanya kalangan menengah atas yang suka dengan kuliner ekstrem seperti ini. Untuk kalangan menengah bawah biasanya mereka beli hanya untuk obat dan peningkat vitalitas saja.

Sumber: http://bisnisukm.com

Sumber Gambar :http://kabarsoloraya.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s