Anak Muda Yang Punya Bisnis Raksasa

Dunia digital membuka peluang bisnis menggiurkan: menjadi kaya raya tanpa perlu menunggu rambut beruban. Bukan hanya bagi mereka yang mencipta aplikasi digital, tapi juga mereka yang memanfaatkan aplikasi tersebut.

Simak saja kisah Reza Nurhilman dan Agnes Tandia. Dengan keterbatasan dana membangun usaha, dua pemuda 23 tahun itu justru meraih sukses tak terkira di dunia maya. Mereka memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai media pemasaran.

Reza atau akrab disapa Axl adalah pemilik usaha keripik pedas ‘Maicih’, yang sempat membuat heboh remaja Bandung. Hanya setahun setelah meluncurkan usahanya di Twitter, ia mampu mengantongi omzet penjualan Rp4 miliar per bulan. Ia pun merintis asosiasi pengusaha keripik beranggotakan lebih 20 pengusaha.

Dengan modal pas-pasan, ia memilih Twitter dan Facebook sebagai media pemasaran. Ia membuat permainan yang memancing penasaran Facebookers dan Tweeps. Ia merancang lokasi penjualan berpindah-pindah setiap hari, yang hanya dapat diketahui dengan melihat status Facebook atau Tweet Maicih.

Strategi itu sukses. Keripiknya menjadi barang buruan. Bahkan, tak jarang konsumen harus mengantre beberapa jam demi mendapatkan keripik itu. “Strategi pemasaran sengaja saya pilih berpindah-pindah sehingga orang penasaran untuk selalu mengetahui di mana keripik Maicih nongkrong,” ucapnya kepada VIVAnews.

Sementara Agnes Tandia memafaatkan jejaring sosial untuk memasarkan sepatu batik ‘Kulkith’. “Saya tidak memiliki uang untuk menyewa toko. Jadi, memperkenalkan produk lewat internet paling murah, dan paling cepat direspon pembeli,” katanya.

Dua tahun menjalani bisnis di dunia maya, ia sudah mampu mengantongi omzet penjualan Rp30-60 juta sebulan. Bahkan, mencapai Rp100-120 juta sebulan menjelang lebaran. “Cara online lebih mudah dan murah. “Pesanan langsung bisa dikirim ke alamat via pengiriman barang.”

***

Reza Nuhilman dan Agnes Tandia mungkin hanya kisah kecil yang menggambarkan kekuatan dunia digital. Jauh jika dibandingkan ikon Richie Rich 2.0: Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook.

Berkat jejaring sosial rekaannya, pemuda 27 tahun yang drop out dari Universitas Harvard itu bertengger menjadi orang terkaya ke-19 di Amerika Serikat. Kekayaannya mencapai US$13,5 miliar atau setara Rp121,5 triliun. Majalah Forbes mentahbiskan dia di posisi ke-52 orang terkaya sejagat.

Ada juga pencipta game Bubble Ball, Robert Nay. Remaja 14 tahun bisa mengantongi pendapatan US$2 juta atau setara Rp18 miliar dalam dua pekan sejak ia memperkenalkan game itu. Ia mendapat bayaran dari Apple US$0,99 atau setara Rp9.000 untuk setiap game yang diunduh.

Ada juga Adam Horwitz, yang menjalankan sebuah perusahaan untuk mengajari remaja berumur 15 tahun ke atas mencari uang secara online.

Remaja belia itu meluncurkan Mobile Monopoly dan Cell Phone Treasure, di mana masing-masing telah menghasilkan US$100 ribu atau sekitar Rp900 juta. Selain itu, dia juga sedang membangun satu platform baru, yang dinamainya Dude I Hate My Job.

“Jika kamu seorang entrepreneur muda dan sedang berusaha membangun bisnis onlineraksasa, jangan pernah berpikir kamu tidak bisa mewujudkannya,” kata Horwitz. “Dengan Internet, kamu bisa melakukan hampir apa saja.”

Sumber : kosmo.vivanews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s