Walau Gagal Kuliah, Jodi Sukses Bisnis Kue Beromzet Ratusan Juta

KOMPAS.com – Terjun di bisnis kue kering sejak usia 21 tahun, Jodi Janitra kini sukses meraup omzet ratusan juta rupiah per bulan. Di bawah bendera PT Bonli Cipta Sejahtera, kini ia mengelola lima brand kue kering.

Lima merek produknya adalah Ina Cookies, Kersen Cookies, JnC Cookies, La Difa Cookies, dan Valya. Khusus merek La Difa dan Valya membidik segmen premium. Kedua brand itu juga sudah diekspor ke Malaysia, Hong Kong, dan Kanada.

Omzet rata–rata Rp 120 juta. Namun, saat ada momentum seperti Natal, Imlek, dan Lebaran, omzetnya bisa mencapai Rp 200 juta. Baca lebih lanjut

Busana Muslim Membawa Berkah Puluhan Juta Per Bulan

muslimah

Awalnya, Zakiyah Fitri dan orangtuanya hanya berprofesi sebagai tukang jahit. Namun, ia akhirnya memberanikan diri membuka usaha baju muslimnya sendiri. Dengan modal awal sebesar satu buah motor, ia kini berhasil meraih omzet hingga Rp 50 juta per bulan. Baca lebih lanjut

Omzet Kerupuk Padang Pasir Jutaan Rupiah

kerupuk

kerupukUsaha keras Bambang Suparno (49), warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ini patut diacungi jempol. Dari usahanya berdagang kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan. Baca lebih lanjut

Sukses Meraih Mimpi Besar Dalam Berwirausaha

p agung

Setiap orang tentunya memiliki kebebasan penuh untuk menggantungkan mimpi mereka setinggi-tingginya. Peluang inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Agung Sri Hendarsa, S.T.M, ENG dalam mencapai puncak suksesnya. Baca lebih lanjut

Terlahir Sebagai Pengusaha Atau Terlatih Sebagai Pengusaha?

entrepreneur

Apakah menjadi seorang pengusaha disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam DNA Anda, atau hal itu dapat dilatih? Sebuah penelitian baru dari Babson College
menemukan bukti “luar biasa”, yaitu bahwa jika mahasiswa Fakultas Bisnis mengambil setidaknya dua mata kuliah kewiraswastaan, itu dapat secara positif mempengaruhi mereka untuk memulai sebuah bisnis.

Profesor di perguruan tinggi Wellesley, yang berada di Massachusetts, menganalisis sebuah survei dari 3.755 alumni, dan ia menemukan bahwa dua mata kuliah kewiraswastaan (atau lebih baik lagi tiga sesi) sangat mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk membangun sebuah start-up. Selain itu, ia juga melihat bahwa menulis business-plan dapat memberikan pengaruh ke arah itu, meskipun tidak terlalu signifikan. Baca lebih lanjut